Selasa, 10 Mei 2011

Teknik Menulis Berita

Apa itu berita?

Informasi aktual tentang fakta-fakta dan opini yang menarik perhatian banyak orang.


Jenis-jenis berita
Feature : berita bercerita
Straight news : berita langsung

I. Membuat Judul
1. Judul menjadi identitas berita/tulisan
2. Judul harus eyecatching (menarik)
3. Judul sebagai pemadatan dari isi
4. Judul gambaran sebuah isi

II. Membuat Alinea Pembuka atau Lead
a. Unsur 5W+1H dalam Lead
1. What (apa yang terjadi),
2. Who (siapa yang terlibat),
3. Where (dimana kejadian itu berlangsung),
4. Why (mengapa bisa terjadi),
5. When (kapan kejadian itu berlangsung),
6. How (bagaimana kejadiannya).

b. Contoh-contoh Lead
1. Lead Menonjok
2. Lead Deskriptif
3. Lead Kontras
4. Lead Bertanya
5. Lead Kutipan
6. Lead Kepenasaran Kumulatif
7. Lead Berurutan
8. Lead Parody
9. dll

Contoh Lead
Lead Menonjok. Lead menonjok (juga disebut cartride, capsule atau astonisher) mengguncang pembaca di baris pertamanya, dan membuat pembaca ingin segera membaca baris berikutnya.

Contoh:
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kurs rupiah terpuruk ke Rp.17.000 per dolar.

III. Tubuh Berita

Berisi informasi-informasi yang ingin disampaikan
Analisis, kritik, reportase, dsb

IV. Ending

Ending dalam berita berisi informasi yang tidak terlalu penting

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menulis Berita

1. Spesifik. Tulisan harus spesifik, jangan terlalu umum. Misalnya, “Sejumlah pengunjuk-rasa” kurang spesifik dibandingkan “Dua ribu pengunjuk-rasa”

2. Kalimat aktif dan pasif. Kalimat aktif lebih memberikan tekanan pada pelaku dibandingkan dengan kalimat pasif karena memberi kesan lebih hidup.

3. Kalimat harus pendek. Gunakan kalimat-kalimat atau frasa-frasa pendek dalam menggambarkan suatu aksi. Misalnya, “Sopir itu, karena tangannya sibuk menepuk lebah yang berdengung mengitari kepalanya, tidak dapat mengendalikan truknya, sehingga truk itu pun oleng dan menyeruduk parit”

4. Sebutkan identitas orang atau narasumber. Sebutkan beberapa identitas narasumber seperti usia, alamat, pekerjaan, dsb.

5. Penggunaan kutipan. Kutipan digunakan untuk memberikan efek khusus pada berita, menguatkan fakta berita tersebut.

6. Hindari merek dagang. Hindari menyebut merek dagang dalam berita, kecuali itu memang panting bagi berita.

4. Ketentuan akronim. Jika singkatan kata atau akronim yang dibentuk dari penggalan suku kata atau campuran antara penggalan suku kata dan awal kata menggunakan huruf kecil kecuali huruf awal. Sedangkan singkatan yang dibentuk dari awal kata menggunakan huruf besar semua.
Misalnya :
Kopasus : Komandan Pasukan Khusus
Depdiknas : Departemen Pendidikan Nasional
KPK : Komisi Pemberantasan Korupsi
RI : Republik Indonesia

Gaya penulisan Jurnalistik yang Efektif


Kecermatan dalam pemberitaan
Organisasi atau keteraturan dalam berita
Diksi dan tata bahasa yang tepat
Prinsip hemat dalam penulisan berita
Daya hidup (vitalitas), warna, dan imaginasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar